KPU Karawang Gandeng 13 Organisasi Media, Berikan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Pemilu 2024
Karawang, arusperubahan.com – KPU Kabupaten Karawang menggelar sosialisasi dan pendidikan pemilih Pemilu 2024 dengan menggandeng organisasi media, bertempat di Lapak Kopi Karawang sosialisasi dihadiri oleh perwakilan dari 13 organisasi media yang ada di Kabupaten Karawang, Rabu (27/12/2022).
Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Karawang Miftah Farid menyampaikan pentingnya peran media dalam ajang pemilu tahun 2024, dirinya berharap akan adanya kerjasama yang baik antara KPU dan media.
“Kami bercermin dari kegiatan sebelumnya, bahwa peran rekan rekan media khususnya di Kabupaten Karawang itu sangat krusial dalam menyampaikan informasi yang bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat baik itu ditingkat kabupaten maupun ditingkat desa,” ungkap Ketua KPU Kabupaten Karawang.
Lanjut Farid, “Bila kita mengikuti perkembangan media saat ini, berita muncul bukan harian lagi sekarang dalam hitungan menit up date informasi berubah terus, hal ini menjadi sangat penting dalam proses penyelenggaraan pemilu. Untuk tahun 2024 pola pelaksanaannya hampir sama dengan tahun 2019, disatu hari kita akan mendapatkan 5 surat suara, tugas dan tanggung jawabnya pun hampir sama,” tuturnya.
Ketua melanjutkan, “Irisan irisan tahapan pemilu di tahun 2024 sangat ketat, karena diawal tahun pada bulan Februari 2024 dilaksanakan pemilu dan diakhir tahun bulan Nopember dilaksanakan Pilkada serentak, belum lagi adanya pemilihan Presiden putaran kedua, bila kandidat lebih dari dua, dengan hal ini Saya harap rekan rekan media dapat membantu memberikan pemahaman tentang pemilu ini kepada masyarakat luas,” kata ketua.
Dalam kesempatan diskusi yang menghadirkan narasumber Tantan dari PWI Jawa Barat, memberikan pemaparan dan berdiskusi bagaimana tantangan media dalam proses pemilu serentak 2024. Dirinya menyampaikan bahwa tugas media saat ini bukan hanya berpartisipasi melainkan ada berbagai tugas penting yang harus dicarikan solusinya.
“Tugas media saat ini tidak hanya berpartisipasi, ada berbagai tugas penting yang harus kita cari solusinya, tantangan media saat ini berbeda dengan 10 tahun yang lalu, dimana tantangan hari ini adanya media sosial yang banyak memberikan berita hoax, apalagi menjelang pemilu 2024,” ungkapnya.
Lanjut Tantan, “Wartawan dilapangan tidak hanya bertugas memberikan informasi apa yang dia liput dan apa yang dia wawancara, tetapi sekaligus memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat bahwa berita yang beredar tidak hanya berita yang benar akan tetapi ada juga berita yang hoax sehingga hal ini dapat berpengaruh kepada pemikiran masyarakat kedapan,” tutupnya.
