Kamis, April 25, 2024
Sosial

H. Dewa Bersama Warga Berbagi Dengan Anak Yatim

Karawang, arusperubahan.com – Di bulan suci Ramadhan yang penuh dengan barokah ini, menjadi momentum terbaik buat siapa pun untuk menebar kebaikan, kasih & keberkahan. H. Muhammad Sayegi atau yang biasa dipanggil Kang H. Dewa bersama warga RT 04 Perumahan Graha Puspa, Karangpawitan, melakukan kegiatan pembagian santunan buat anak-anak yatim piatu.

Dengan melibatkan semua warga dan para pengurus RT 04, serta dibantu oleh anggota GMBI Distrik Karawang, kegiatan kali ini terlaksana dengan khidmat dan lancar, Jum’at (7/5/2021).

“Alhamdulillah di bulan Ramadhan ini, kami bersama warga RT 04 mengadakan kegiatan pembagian santunan, yang kami peruntukan buat anak – anak yatim piatu yang berada tidak jauh dari lingkungan sini. Kegiatan ini sekalipun tidak seberapa nilainya yang kami berikan, tetapi kami berharap semoga hal ini dapat memberikan manfaat,” ujar Kang H. Dewa.
Lebih lanjut Kang H. Dewa menjelaskan bahwa masih ada sisa waktu sampai menjelang akhir Ramadhan, untuk berbagi kebahagiaan dan kasih kepada para anak yatim piatu di bulan suci Ramadhan ini.

Sementara itu, Ustad Kusnadi dalam tausiyah nya mengatakan, bahwa hal yang baik ini patut di contoh oleh semuanya, kita harus menyayangi para anak-anak yatim piatu, berbagi rezeki dan kebahagiaan, agar mereka juga dapat ikut merasakan kebahagiaan yang kita miliki. Acara santunan anak yatim piatu yang dibarengi dengan buka puasa bersama itu juga mendapat apresiasi dari tamu kehormatan, Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga anggota DPRD Kabupaten Karawang, Taupik Ismail atau biasa di sapa Kang Pipik.

“Sebuah kebahagiaan tersendiri, ketika saya melihat rona wajah bahagia terpancar dari anak-anak yatim Piatu yang menerima santunan. Saya juga akan selalu men-support kegiatan-kegiatan yang positif dimasyarakat, sebagaimana yang dilakukan oleh saudara – saudara kami di warga perumahan Graha Puspa ini” ungkap Kang Pipik.Lebih lanjut Kang Pipik mengutarakan, bahwa kegiatan semacam ini seharusnya menjadi sebuah kebiasaan yang dapat tumbuh sebagai sebuah kearifan lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *