Kamis, Februari 22, 2024
Daerah

Kerja Maksimal Berantas Segala Tindak Pidana di Sumut

MEDAN, arusperubahan.COM – Mengemban tugas sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), bukanlah perkara mudah. Berbagai tantangan dan halangan sering menghadang saat bertugas, bahkan terkadang harus rela mengorbankan nyawa demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum; dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Ketika dipercaya mengemban tugas sebagai Kapolda Sumatera Utara (Sumut), Irjen Pol.  Martuani Sormin langsung menegaskan bahwa tidak ada toleransi (zero tolerance) untuk kejahatan Narkoba, toto gelap, begal, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian dengan kekerasan di wilayah hukum Sumut,”Tidak ada tempat bagi penjahat di wilayah Sumut,” tandas Martuani Sormin, kepada wartawan arusperubahan.com, belum lama ini.

Meskipun begitu, alumni Akpol 1987 ini berharap seluruh personel Polri di wilayah Polda Sumut dalam pelaksanaan pelayanan terhadap masyarakat harus humanis, tetapi penegakan hukum tetap tegas dan terukur, sehingga meningkatkan marwah Polri di depan masyarakat.

Martuani merasa bahagia bisa mengemban amanah menjadi Kapolda Sumut. Sebab sudah puluhan tahun dia menantikan bisa bekerja di tempat kelahirannya itu.

Ia mengaku butuh waktu 32 tahun sejak lulus dari akademi kepolisian,”Saya perlu waktu 32 tahun untuk bisa bertugas di kampung halaman saya. Terima kasih kepada pemerintah yang telah mempercayakan saya bertugas di kampong halaman saya,” ujar Martuani.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada  seluruh masyarakat, alim ulama dan pemuka agama yang telah mendukungnya dalam mengemban tugas sebagai Kapolda Sumut.

Martuani terus berusaha menjawab ekspektasi dalam mewujudkan penegak hukum yang profesional objektif dan berkeadilan,”Sebagaimana visi bapak Kapolri, harapan itu harus bisa kami jawab khususnya saya sebagai penanggungjawab untuk kegiatan Kepolisian di Sumut,” kata Martuani.

Dengan pengalaman dan kurikulum yang dilaluinya sudah dapat menjadi modal sebagai anak rantau yang bertugas di kampung halamannya sendiri,”Saya berharap selama saya bertugas di Polda Sumut, agar seluruh masyarakat Sumut dapat membantu Polri sebagai penanggung jawab Kamtibmas di Provinsi ini,” harap Irjen Pol. Martuani Sormin.

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol. Martuani Sormin juga mengungkapkan bahwa sumber daya manusia (SDM) di kepolisian harus dikelola dengan baik, jujur, dan serius. SDM yang berkualitas akan tercapainya tujuan polri, yaitu rasa aman, keadilan, dan pelayanan prima di masyarakat. Selain itu, memiliki prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan Humanis.

“Amanah dan jabatan apa pun itu yang dipercayakan pimpinan, harus dijalankan dengan baik. Seperti latar belakang saya sebagai anak kampung, tentu bisa sebagai penggugah semangat, bahwa parhuta-huta (anak kampung) juga mampu berbuat yang terbaik apabila dia mau belajar dan berlatih,” tuturnya.

Menurutnya, semua program pimpinan harus dijalankan demi kemajuan serta kebaikan kepolisian. Sejumlah atensi Kapolri yang harus ditegakkan antara lain, pemberatasan narkoba, meningkatkan citra Polri dan melarang anggota datang ke rumah dinas.

Untuk meningkatkan citra Polri, Irjen Pol. Martuani Sormin, terus menjalin silaturahmi dengan berbagai kalangan, seperti menggelar program Jumat Barokah di Masjid-masjid dan program Minggu Kasih di Gereja-Gereja. Tujuannya untuk mendekatkan diri dan menjalin silaturrahmi dengan masyarakat Sumatera Utara yang beragama muslim dan non muslim. Selain itu juga menggelar bhakti sosial dan memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti korban banjir bandang dan bencana lainnya, serta menciptakan rasa aman di lingungan masyarakat.

Pemberantasan narkoba di wilayah Polda Sumut terus digencarkan, dan berhasil menangkap tiga pria terkait penyelundupan narkoba jenis sabu dari Provinsi Aceh menuju Sumatera Utara. Satu diantaranya tewas ditembak karena melawan petugas saat hendak diamankan.

Ketiga tersangka berinisial KR, HS dan MY. Tersangka MY terpaksa diberi tindakan tegas terukur karena melakukan perlawanan kepada petugas. Total barang bukti yang disita yakni 15 kilogram sabu.

Terkait dengan kasus narkoba, Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin juga menegaskan tidak memberikan toleransi kepada anggota Polri yang terlibat penyalahgunaan narkotika.

Para Kasatker diminta untuk selalu mengimbau anggotanya agar tidak menjadi pelaku penyalahgunaan narkotika. Selain itu, para Kasatwil khusus di wilayah Pantai Timur agar bekerja sama dengan nelayan dan masyarakat sekitar untuk mencegah masuknya narkotika.

Kapolda juga menginstruksikan kepada personel Polri yang memiliki ladang di wilayah Sumut agar mengimbau serta mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkotika dan tidak menanam ganja.

Selain itu, bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk membantu instansi kepolisian dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.

Dalam kurun waktu enam bulan, Polda Sumut melakukan tindakan kepada 5.082 orang dengan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu dan ganja.

Ia mengatakan, dalam pencegahan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika diperlukan keterlibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Sehubungan dengan itu, Ditresnarkoba Polda Sumut perlu menggelorakan Stop Narkoba.

Selain itu, untuk meminimalisir penyelundupan narkotika baik dari dalam negeri maupun luar negeri, Polda Sumut juga menjalin kerjasama dengan Bea Cukai Sumut, khususnya dalam penegakan hukum. Jika ada kendala ataupun permasalahan bisa segera dikoordinasikan dengan Polda untuk dilakukan penanganan,”Kami juga akan berupaya maksimal dalam memberantas segala tindak pidana Curat, Curas, Curanmor, korupsi serta tindak Pidana Narkotika di Daerah Sumut,” tandas Irjen Pol. Martuani.

Saat menjalin silaturahmi dengan Organisasi Pedagang Pasar Sumatera Utara (OP2SU), Irjen Pol. Martuani mengungkapkan bahwa di daerah Sumut memiliki perbedaan yaitu terlalu banyak preman yang dapat mengusik kehidupan dikalangan masyarakat, oleh karena itu Polda Sumut berusaha untuk meminimalisir tindakan premanisme di wilayah Sumut.

Dalam kesempatan silaturahmi tersebut, Kapolda Sumut mengimbau kepada OP2SU untuk bekerjasama dengan Polda Sumut dalam memberikan informasi terkait setiap tindak pidana yang terjadi di wilayah Sumut. Kapolda Sumut menyampaikan bahwa akan memberikan yang terbaik kepada masyarakat Sumatera Utara untuk menjaga kamtibmas di wilayah Sumut.

Terkait dengan kasus korupsi, Polda Sumut melakukan penyelidikan adanya dugaan penyelewengan anggaran dalam penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Medan tahun 2020 dan melakukan pemeriksaan terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution.

Sejauh ini masih dalam memintai keterangan terkait dugaan penyalahgunaan anggaran MTQ tahun 2020 yang diselenggarakan pada 15 – 22 Februari di Ngumban Surbakti Medan dengan dana sebesar Rp 4.7 milliar. Mengenai pemeriksaan lanjutan, masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak penyidik.

Selain dugaan korupsi dana MTQ, Polda Sumut juga tengah menyelidiki dan melakukan menggeledah kantor BBPJN II Medan mengumpulkan dokumen terkait dugaan korupsi proyek jalan, Dokumen yang dicari terkait pelebaran jalan Sibolga -Tarutung pada tahun anggaran 2015.

Sedangkan untuk meringankan beban masyarakat akibat mewabahnya Covid-19, Kapolda Sumut Irjen Pol. Martuani Sormin menyerahkan bantuan sosial berupa sembako, obat-obatan dan vitamin kepada personil TNI-Polri dan masyarakat. Penyerahan bantuan sosial ini dalam rangka ‘Gerakan Bakti Sosial Polri Peduli Covid-19’ yang dilaksanakan secara serentak oleh seluruh jajaran Kepolisian di Indonesia.

Bantuan sosial sebanyak 25.778 paket berupa sembako dan obat-obatan maupun vitamin diserahkan secara simbolis kepada Bhabinkamtibas, Bhabinsa, Lurah atau Kepala Desa, tokoh agama maupun tokoh masyarakat yang nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat secara door to door di seluruh wilayah Sumut guna menghindari terjadinya kerumunan.

Kapolda Sumut mengatakan penyerahan bantuan sosial dilaksanakan sesuai dengan arahan Kapolri guna mengantisipasi dan memberikan empati kepada masyarakat yang terdampak virus corona.

“Bhabinkamtibmas, Bhabinsa maupun Lurah atau Kepala Desa harus berperan aktif dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa penyebaran virus corona sangat berbahaya dan tidak boleh disepelekan. Virus corona berdampak besar kepada kehidupan terutama kepada segi perekonomian masyarakat,”  katanya.

Kapolda Sumut mendukung penuh berbagai upaya yang dicanangkan pemerintah maupun tokoh agama maupun tokoh masyarakat untuk melindungi Sumut dari mata rantai penyebaran virus corona, “Semoga berbagai usaha yang kita lakukan dapat berhasil dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona tentunya diiringi dengan kedisiplinan dari masyarakat dalam mengikuti anjuran dari pemerintah,” jelas dia.

Sebagai bentuk penghargaan kepada personil TNI-Polri yang berprestasi dalam melaksanakan tugas, Kapolda Sumut Irjen Pol. Martuani Sormin memberikan Piagam Penghargaan.

Kapolda Sumut mengatakan pemberian piagam ini sebagai bentuk penghargaan kepada personel yang berprestasi sebagai motivasi. Tujuannya agar personel lain dapat terus berinovasi dan kreatif dalam pelaksanaan tugas.

“Bapak Kapolri telah menunjukkan kepedulian dengan memonitor kegiatan seluruh personel Jajaran Kepolisian dari Sabang sampai Merauke. Hal-hal positif yang dilakukan personel akan langsung direspons seperti Bhabinkamtibmas Adiankoting dan Babinsa Koramil 23/Adiankoting yang diundang langsung untuk video confrence dengan bapak Kapolri,” katanya.

“Saya sangat bangga dengan prestasi yang ditorehkan oleh para personil. Hal ini menunjukkan jika kita ikhlas dan semangat dalam melaksanakan tugas pasti akan memberi hasil positif dan baik untuk seluruh masyarakat,” tutur Kapolda Sumut

Kapolda Sumut juga meminta personel untuk terus melakukan pendekatan kepada masyarakat. Khususnya di sekitar pesisir di mana masih banyak masyarakat kurang mampu yang membutuhkan uluran tangan dari personel TNI-Polri

Irjen Martuani juga berpesan agar personel lain dapat mencontoh para anggota berprestasi tersebut.

“Jika tidak dapat berprestasi maka jangan membuat pelanggaran karena jika ada satu pelanggaran yang dilakukan maka seluruh kebaikan yang telah dibuat tidak ada artinya. Personel juga harus selalu berfikir positif dan ikhlas menjalankan tugas dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang diberikan oleh pemerintah,” katanya.

Untuk meningkatkan kesejahteraan anggota Polri, Kapolda Sumut Irjen Pol. Martuani meresmikan Asrama Polisi Polres Tanjung Balai.

Dalam kesempatan tersebut Kapolda menegaskan agar asrama polisi dapat digunakan buat kesejahteraan anggota, diawasi penggunaannya jangan sampai ada transaksi dan tidak ada personel yang memiliki dua unit.

“Berikan yang terbaik, dan saya juga mengimbau agar asrama polisi dipelihara dengan baik untuk digunakan dalam membantu operasional tugas kepolisian di wilayah,” ujar Irjen Pol. Martuani.

Ia berharap, ke depan jajaran kepolisian Polda Sumut sama-sama menciptakan suasana yang harmonis dan kondusif. (pas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *